Minggu, 03 Januari 2010

What is in a name?


Apalah arti sebuah nama? sering kali kita mendengar ungkapan tersebut disaat orang ingin mengatakan betapa tidak pentingnya sebuah nama. Sebuah ungkapan kuno dalam cerita Romeo dan Juliet karya pujangga besar Inggris William Shakespeare , kisah percintaan legendaris sepanjang masa. Namun dalam Islam adalah suatu kewajiban orang tua memberikan nama yang baik untuk anak-anaknya, bahkan ada beberapa nama yang dilarang untuk digunakan karena memiliki makna/arti yang tidak baik.


Menjadi sebuah pengalaman yang menarik buat saya dan istri disaat kami diwajibkan menyiapkan sebuah nama untuk calon anak kami. Di saat usia kandungan istri memasuki usia 9 bulan, kami serasa dikejar deadline untuk menentuukan sebuah nama yang sudah ditunggu-tunggu juga oleh keluarga besar kami. Ternyata tak semudah membalikkan telapak tangan untuk membuat list nama yang akhirnya kami menentukan satu nama terpilih. Dengan hasil USG dari dokter cukup membantu ruang lingkup pencarian nama tersebut. Kebetulan berdasarkan hasil USG calon anak kami adalah laki-laki, terlepas dari Kuasa Allah SWT saat bayi kami lahir.


Pencarian nama juga terbantu oleh internet, selain kami membeli buku nama-nama bayi di Gramedia. Untuk di internet dengan search engine seperti google dengan mengetik kalimat "nama-nama bayi", kita akan langsung memperoleh alamat-alamat web/blog yang berisi puluhan bahkan ratusan nama bayi. Yang kemudian menjadi 'masalah' adalah pengkombinasian dan pemilihan nama-nama bayi yang sudah diperoleh. Pengkombinasian nama dari beberapa bahasa, seperti bahasa arab, kawi, sansekerta, jawa dan lainnya juga merupakan proses panjang. Terakhir adalah penentuan nama dari daftar nama yang sudah disusun.


Terlepas dari proses yang tidak sebentar untuk pencarian nama tersebut, penentuan nama adalah sebuah ungkapan asa orang tua terhadap masa depan buah hatinya.
What is in a name? In a name is all the prayers and wishes our parents gave :)

Sabtu, 18 April 2009

Madu dan Racun Facebook

" Madu ditangan kananmu
Racun ditangan kirimu
Aku tak tau...mana yang akan kau berikan padaku "
Masih ingat dengan sepenggal lirik lagu diatas? lagu yang dipopularkan penyanyi Ari Wibowo tersebut menjadi hits di era 80-an, bercerita tentang madu racunnya cinta. Seperti halnya cinta, Facebook ternyata juga mengandung 'madu dan racun'. Kenapa demikian? Facebook saat ini memang baru menjadi 'gandrungan' banyak orang, dari kalangan umum sampai para blogger, dari pelajar, mahasiswa hingga pekerja kantoran pun banyak yang sedang 'mabuk' Facebook .

Facebook pertama kali diperkenalkan lebih dari 5 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 4 Februari 2004 oleh Mark Zuckerberg, Facebook dibuat sebagai media interaksi bagi para mahasiswa Harvard University. Dalam waktu dua minggu setelah diluncurkan, Facebook menghebohkan lingkungan kampus Harvard University dan sekitarnya karena separuh dari seluruh mahasiswa Harvard telah mendaftar dan memiliki account di Facebook .

Booming Facebook saat ini juga sangat saya rasakan, untuk update status, berkomentar atau bahkan hanya cek status teman, saya lakukan tidak kurang dari satu jam atau bahkan kurang dari setengah jam tiap harinya ( hehehe terasa agak lebay sih memang ). Dengan memakai handphone, nge-Facebook memang terasa sangat simple dan mudah. Indahnya bermain Facebook kadang-kadang sampai membuat kita 'lupa waktu', disitu kita bisa
menemukan banyak hal, bisa menemukan teman-teman lama yang sudah lost contact dengan kita, bisa juga memperoleh jodoh untuk para jomblo dengan fasilitas chating yang disediakan oleh Facebook.

Tidak sedikit dari kita kehilangan kontak dengan teman sepermainan semasa kecil, teman sekolah, teman kuliah atau bahkan sahabat karib karena terpisah oleh jarak dan waktu serta banyak hal lain penyebabnya. Dengan mempunyai account di Facebook kita bisa menemukan teman-teman kita tersebut, asalkan mereka juga mempunyai account di Facebook. Perbedaan posisi geografis sering membuat orang malas atau tidak bisa datang ke suatu acara reuni, dengan Facebook biarpun berbeda lokasi_Oslo ataupun Solo, Yogyakarta maupun Yokohama_semua bisa bertemu, saling menyapa, saling berbagi kabar dan cerita, artinya Facebook juga bisa dimanfaatkan sebagai ajang reuni-an. Meskipun hanya bertemu di dunia maya, namun minimal mampu mengobati kerinduan kita dengan mereka.

Facebook dapat juga 'menjerumuskan' kita ke suatu masalah besar bila kita tidak bisa mengontrol diri dan memilah hal-hal baik dan buruk dari efek nge-Facebook. Banyak orang yang menemukan cinta lamanya kembali melalui Facebook alias CLBK(Cinta Lama Bersemi Kembali). Mungkin tidak ada masalah bagi mereka yang keduanya masih sama-sama men-'jomblo', namun menjadi masalah besar untuk mereka yang salah satu atau keduanya sudah memiliki pasangan.

Itulah sedikit hal positif (madu) dan negatif (racun) dari Facebook, seperti yang sudah digariskan oleh-Nya, didunia selalu ada hal baik dan buruk, hitam dan putih, positif dan negatif, demikian pula Facebook. Semuanya kembali kepada kita, bagaimana bisa memanfaatkan sebaik dan semaksimal mungkin situs jejaring sosial karya Mark Zuckerberg yang tahun 2009 ini sudah lebih dari 175 juta warga dunia menjadi pengguna setianya.



Sabtu, 28 Maret 2009

Journey of Love

Saat kusadari bahwa CINTA
adalah anugerah terindah dalam hidupku...
Keajaiban yang selalu memberikan keceriaan di hati...
Senyum dan kasihnya seperti tlah membekukan waktu...
Hingga tanpa terasa tlah bersama dalam duka & dalam suka...

Terima kasih Tuhan
atas nikmat CINTA dan belahan jiwa
yang tlah Kau limpahkan untukku



Sabtu, 28 Februari 2009

HiDUP ( Part 2 )

Rabu, 14 Mei 2008

Tempat Usaha

Mencari tempat untuk membuka usaha ternyata bukan suatu pekerjaan yang mudah, bisa dibilang gampang-gampang susah atau ada juga yang bilang hoki-hokian, apalagi kalau seperti saya yang masih pemula dan mencari tempat yang lebih mengedepankan harga sewa yang terjangkau daripada mengejar tempat yang bagus tetapi harganya selangit.

Untuk teman-teman yang sudah menjadi habit dalam membuka usaha mungkin hal ini adalah hal mudah, tidak seperti yang saya rasakan saat ini.

Setiap kali melihat orang berjualan ramai pembelinya, sering saya mengagumi keadaan tersebut dan berkhayal seandainya hal itu saya yang melakukannya, padahal lokasinya tidak strategis bahkan mungkin jauh dari keramaian. Tetapi rasanya tidak fair kalau saya tidak meruntut ulang proses panjang yang mereka jalani, karena hampir tidak ada kesuksesan yang instant ataupun diperoleh lewat shortcut.

Dan proses pencarian lokasi masuk dalam proses panjang tersebut.

Realitanya adalah tempat yang strategis harga sewa atau jualnya mahal dan tempat yang kurang/tidak strategis kebalikannya.

Lokasi berjualan yang tidak terletak diarea yang strategis tetapi mampu menjadi magnet untuk customer datang membeli produk yang dijual, beberapa faktor penyebabnya adalah produk tersebut merupakan produk favorit, pelayanan yang bagus pada saat pembelian maupun after sales service yang memuaskan, harga miring daripada toko sejenis di tempat lain, atau karena teknik dan taktik marketing-nya yang bagus ( hal ini dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain telemarketing atau juga aktif di online /webstore ).

Dapat disimpulkan bahwa tempat strategis hanya menjadi salah satu faktor keberhasilan satu toko dalam mendongkrak omzet penjualannya, dan bukan faktor mutlak karena semua saling berkaitan erat. Namun idealnya memiki tempat strategis adalah dambaan setiap orang yang akan membuka usaha.


Jumat, 18 April 2008

MurBaut.com

Membaca atau mendengar namanya pikiran kita akan tertuju pada suatu web tentang mur baut atau bisa juga webstore yang menjual mur dan baut.

Minggu, 13 April 2008

Malu Bertanya Sesat Dijalan

Tidak terasa waktu bergulir dengan cepat, sudah genap enam minggu Business Start Up Workshop TDA EM berlalu. Dan hari Sabtu ini adalah Business Review kedua yang sedianya diselenggarakan di McCafe McDonald Sarinah, tapi karena satu dan lain hal kemudian pindah ke Wisma Aldiron Jl.Gatot Subroto Kav.72.
Bertempat di lounge Training Center PT. Reka Piranti Prakarsa, Ground Floor Suite 011 acara berlangsung dengan nuansa santai namun penuh dengan pencerahan dari para mentor, banyak juga lontaran trik-trik marketing yang tidak terpikir sebelumnya.

Alumni TDA EM (demikian kami disebut) bergantian menyampaikan perkembangan business action masing-masing, ada yang sudah launching webstore alias jualan via online, ada yang banting stir karena rencana awal terlalu besar cost-nya, ada yang masih kesusahan memperoleh bahan baku untuk produknya, ada yang merasa bingung atas bisnis yang sudah dijalani namun selalu stag di titik tertentu, dan ada juga yang baru saja me-launching webstore tapi masih merasa premateur dengan webstore-nya tersebut.

Saya sendiri sampai saat ini dalam tahap follow up terus dengan supplier dan searching lokasi. Survey lokasi sudah dilakukan disalah satu mal incaran saya, namun traffic pengunjung yang tidak terlalu ramai di tempat tersebut membuat saya menjadi sedikit pesimis, dan berujung pada niat untuk datang pada pertemuaan hari ini menciut. Kenapa? karena saya merasa tidak memiliki progress yang positif. Ternyata ‘ketakutan’ itu sangat tidak beralasan dan akhirnya tertepis dengan input-input positif dari para mentor dan rekan-rekan alumni lainnya. Justru akan sangat menyesal bila saya tidak datang pada pertemuan hari ini.

Memang benar bila disebutkan kalau mau memperoleh masukan maka bertanyalah, niscaya akan memperoleh hal-hal yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya oleh kita. Artinya kalau kita sudah bertanya kemungkinannya adalah fifty-fifty untuk memperoleh jawaban atau tidak , tapi kemungkinannya menjadi nol besar bila kita diam saja. Pepatah lamapun mengajarkan : “malu bertanya sesat dijalan”.

Business Review kedua hari ini saya rasakan kembali telah menghapus kabut yang mulai menutupi passion, juga menyalakan kembali api action yang meredup.

Kamis, 10 April 2008

Apa ini juga 'Ilmu Jualan'?

Banyak cara untuk menjual maupun meningkatkan profit bisnis dalam ilmu marketing, namun yang saya jumpai di salah satu toko di Jogja baru-baru ini membuat saya bertanya dalam hati apakah ini juga termasuk didalam ilmu tersebut?

Ceritanya, saat pulang liburan panjang dua minggu yang lalu saya membeli etalase kecil untuk jualan pulsa. Yang saya tuju adalah toko aluminium dan kaca dekat rumah, kebetulan beberapa kali saya datang ke toko tersebut untuk membeli kaca, tapi di kedatangan saya kali ini toko tersebut sudah menjadi dua toko meskipun masih satu atap.

Singkat cerita saya masuk salah satu toko tersebut untuk memesan etalase, setelah bertanya harga etalase dengan ukuran sesuai pesanan, saya kemudian malah tertarik salah satu etalase yang sudah jadi yang dipajang dibagian depan toko. Ukurannya tidak terlalu besar dan sepertinya cocok untuk saya sebagai pemula yang masih mencoba meraba bisnis jualan pulsa ini. Harganya bisa dibilang mahal untuk ukuran tersebut, namun dari tempat itu justru saya malah kemudian melirik etalase ukuran sejenis yang juga dipajang di bagian depan toko sebelahnya.

Beberapa langkah selanjutnya saya sampai ditoko kedua untuk melihat dan menawar etalase tersebut. Dari sinilah awal dari pertanyaan diatas, si empunya toko kedua adalah suami dari pemilik toko pertama, berdasar cerita beliau awalnya toko mereka jadi satu, tapi karena pelanggan tetapnya atau costumer sering complain dengan harga tinggi yang selalu ditawarkan sang istri ( posisi sang suami sering di proyek jadi jarang ada ditoko) maka finaly toko diputuskan untuk dibagi menjadi dua, sang suami ingin kembali menarik pelanggan yang sempat kabur karena ulah istrinya.

Namun yang terjadi persaingan tidak sehat, menurut pengamatan saya dari cerita sang suami tentang istrinya hampir semua menjelekkan toko sang istri, antara lain harganya yang lebih mahal, kualitas material yang kurang bagus/kalah bagus dari tokonya, dan kualitas hasil pekerjaan yang masih dibawah kualitas pekerjaan karyawannya. Memang benar dari harga jual lebih murah toko sang suami, secara kualitas material dan kualitas produk(etalase) toko sang suami juga lebih baik.

Dari cerita pemilik toko kedua tersebut bisa dipastikan costumer akan memilih untuk memesan atau membeli produk di toko kedua (milik sang suami), apalagi bila setiap costumer diberikan cerita sama seperti yang diceritakan kepada saya. Secara kebetulan didaerah tersebut hanya ada dua toko kaca dan aluminium (yang notabene pemiliknya adalah suami istri). Tidak tahu apa maksud yang mereka lakukan, tapi entah mereka berakting atau memang sedang memiliki konflik diantara keduanya, yang jelas hal itu dapat meningkatkan penjualan salah satu dari mereka.

Kalau mereka tidak sedang dalam konflik berarti dengan ‘mengorbankan’ salah satu toko mereka bisa jadi toko yang lain(toko kedua) menjadi selalu mampu menjaring costumer untuk memesan atau membeli produk di toko tersebut. Apakah ini juga termasuk cara menjual dalam ilmu marketing?


Senin, 10 Maret 2008

Belanja di Islamic Book Fair 2008

Selepas sholat magrib di musholla-nya Bellezza Shopping Archade kemarin saya langsung meluncur ke Istora Gelora Bung Karno, Senayan. Islamic Book Fair 2008 telah berlangsung 9 hari di tempat tersebut, dan kemarin adalah hari terakhir. Niat untuk datang ke pameran buku islam terbesar tahunan itu sebenarnya sudah ada sebelum penyelenggaraan dimulai. Bahkan sudah saya tunggu-tunggu karena biasanya banyak potongan harga diberikan oleh para penerbit maupun distributor di pameran itu, apalagi kalau hari terakhir.


Dan tidak salah saya datang di hari terakhir kemarin, karena diskon yang diberikan semakin ‘jor-joran’, buku La Tahzan yang biasa harganya dibandrol 85 ribu menjadi 60 ribu, buku-buku yang hari sebelumnya diberikan paket diskon 45 persen untuk pembelian tiga buku tadi malam hanya dengan pembelian 2 buah buku sudah dapat discount 45 persen, dan masih banyak buku yang didiskon besar-besaran. Saya pun terhipnotis dengan tawaran-tawaran diskon itu, awalnya cuma mau membeli satu atau dua buku saja, namun emosi yang kurang terbendung membuat saya akhirnya membeli 6 buku dan 3 majalah.
Satu buku berjudul Mindset berharga 60 ribu dari harga asliya 75 ribu juga hampir saya beli, benar-benar harus bisa memilah antara need dan want di antara gelimang discount pameran buku itu, namun rasanya kalau mau menuruti want bakal tidak ada cukupnya membeli buku-buku tersebut, terlalu banyak buku yang sangat menarik untuk dimiliki.
Super Accelerated Learning, Success (behind the secret), Kisah Teladan 20 Sahabat Nabi, Marketing Muhammad, 14 Langkah Bagaimana Rasulullah SAW Membangun Kerajaan Bisnis, Menjadi Entrepreneur Jempolan, dan majalah-majalah Alia ( didalamnya terdapat rubrik-rubrik tentang bisnis), kalau ditarik benang merahnya semua buku yang saya beli tersebut berisi bahasan tentang wirausaha.

Saya sendiri heran karena sekarang orientasi belanja buku saya mengarah pada buku-buku maupun majalah yang berkaitan dengan kewirausahaan, tidak seperti sebelumnya yang selalu membeli buku-buku atau majalah dengan bahasan desain atau arsitektur. Ada apa dengan ini? Insya Allah apapun itu adalah sesuatu yang terbaik buat saya, aamiin...